Search

Welcome To My Website

Enjoy , Happy Browsing and Keep Your Learning.

News's and Event's

breaking news and New Event Info.

Just For Learning My study's

Please Keep Your Learning.

Materi Khusus TkJ

Download Dan Diskusikan Materi Khusus TKJ di Smk Nasional Depok.

Artikel's In here

Kumpulan artikel- artikel Dunia Komputer.

Minggu, 08 Mei 2011

Membuat antivirus sederhana

Notes: :
- Penulis TIDAK bertanggung jawab atas penggunaan maupun penyalahgunaan dari artikel ini.
- Tujuan dibuat artikel HANYA untuk BAHAN PEMBELAJARAN saja.
- Penggunaan nama, merek, atau logo hanya sebagai CONTOH dan REFERENSI saja, TIDAK ada maksud mempromosikan pihak tertentu.
- Penulis mohon maaf apabila seluruh/sebagian dari isi artikel ini sudah tersirat dalam artikel sejenis lainnya.



Main#
Sekarang kehadiran para virus maker (–selanjutnya disingkat jadi VM saja) lokal telah membuat gerah para user komputer tanah air. Bisa dibayangkan bila dari sekian banyak virus lokal tidak satu-dua yang menghancurkan data (terutama bagi file office; word, excel, dll…). Bagi para vendor Anti Virus (–selanjutnya disingkat menjadi AV saja) fenomena ini adalah lahan bisnis untuk produk mereka. Sebut saja NORMAN, yang kini men-support perusahaan konsultan virus lokal (–VAKSIN.COM) , Symantec, McAffe, NOD32, dan sebagainya. Dengan menawarkan update definisi software AV tercepat, engine scanner paling sensitif, dan lain-lain merupakan kiat untuk memancing para korban virus membeli dan menggunakan software AV mereka. Bagi penulis sendiri hal ini memang agak memberatkan mengingat update file definisi atau engine AV tsb haruslah melalui koneksi internet. Lalu bagaimana yang tidak mempunyai akses sama sekali? Konsekuensinya iyalah tertinggal dalam hal pengenalan varian virus baru yang pada ujung-ujungnya membuat AV yang sudah terinstall bagai ‘Macan Ompong’. Kalau kita membuat AV sendiri bagaimana? dengan database definisi yang bisa diupdate oleh kita bahkan dapat saling tukar dengan teman? Bisa saja, dengan syarat mau mempelajari sedikit teknik pemograman.Pertama kita harus mengerti bagaimana cara kerja sebuah AV sederhana, pada dasarnya sebuah software AV mempunyai komponen-komponen :

1. Engine scanner, ini merupakan komponen utama AV dalam mengenali sebuah pattern virus. Engine ini dapat dikelompokkan menjadi statis dan dinamis. Statis dalam hal ini dapat disebut menjadi spesifik terhadap pattern tertentu dari sebuah file virus. Checksum merupakan salah satu contoh dari engine statis ini. Dinamis dalam artian dia mengenali perilaku ‘umum’ sebuah virus. Heuristic menjadi salah satu contohnya.

2. Database definition, menjadi sebuah referensi dari sebuah pattern file virus. Engine statis sangat bergantung kepada komponen ini.

3. Decompress atau unpacking engine, khusus untuk pengecekan file-file yang terkompresi (*.rar, *.zip, dll) atau kompresi atau packing untuk file PE seperti UPX, MeW , dll.
Tidak jarang hasil dari pengecekan terhadap file suspect virus menghasilkan false-positive bahkan false-negative (– false-positive berarti file yang bersih dianggap thread oleh AV, dan false-negative berarti file yang 100% thread akan dianggap bersih). Semua itu dapat diakibatkan oleh ketidak-sempurnaan dari engine scanner itu sendiri. Misal
pada contoh kasus Engine String scanner (–Engine scanner yang menyeleksi string-string dari file text-based), bila diterapkan rule 3 out of 5 (– bila AV menemukan 3 dari daftar 5 string kategori malicious) maka AV akan memberikan bahwa file terindikasi sebuah thread yang positif. Padahal file tsb nyatanya tidak menimbulkan efek berbahaya bila dijalankan atau dieksekusi. Kesalahan scanning macam ini lazim ditemukan untuk file-file *.VBS, *.HTML, dll. Untuk penggunaan engine checksum sangat banyak ditemui di beberapa software AV lokal. Checksum yang lazim digunakan diantaranya CRC16, CRC32, MD5, dll. Dikarenakan mudah untuk diimplementasikan. Engine ini sendiri bukannya tanpa cacat, Checksum bekerja dengan memproses byte demi byte dari sebuah file dengan sebuah algoritma tertenu (– tergantung dari jenis checksum yang digunakan) sehingga menghasilkan sebuah format tertentu dari file tsb. Contoh checksum menggunakan CRC32 dan MD5 :
* calCrc=CRC32(file_name_and_path)
* calMD5=MD5(file_name_and_path)
Maka isi dari string calCrc adalah 7AF9E376, sedangkan untuk MD5nya adalah 529CA8050A00180790CF88B63468826A. Perlu diketahui bila virus menerapkan rutin yang mengubah byte tertentu dari badan virus tsb setiap kali maka penggunaan engine checksum ini akan kurang optimal karena bila 1 byte berubah dari file maka checksum juga akan berubah.
Mari kita belajar membuat sebuah AV sederhana, yang diperlukan :

1. Software Visual Basic 6.0
2. Sedikit pemahaman akan pemograman Visual Basic 6.0
3. Sampel file bersih atau virus (– opsional)


First#
Sekarang kita akan belajar membuat sebuah rutin sederhana untuk :
- Memilih file yang akan dicek
- Membuka file tersebut dalam mode binary
- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum
Buka MS-Visual Basic 6.0 anda, lalu buatlah sebuah class module dan Form dengan menambahkan sebuah objek Textbox, CommonDialog dan Command Button. (Objek CommonDialog dapat ditambahkan dengan memilih Project -> COmponent atau Ctrl-T dan memilih Microsoft Common Dialog Control 6.0) Ketikkan kode berikut pada class module (kita beri nama class module tsb clsCrc) :

================= START HERE ====================
Private crcTable(0 To 255) As Long ‘crc32
Public Function CRC32(ByRef bArrayIn() As Byte, ByVal lLen As Long, Optional ByVal lcrc As Long = 0) As Long
‘bArrayIn adalah array byte dari file yang dibaca, lLen adalah ukuran atau size file
Dim lCurPos As Long ‘Current position untuk iterasi proses array bArrayIn
Dim lTemp As Long ‘variabel temp hasil perhitungan
If lLen=0 Then Exit Function ‘keluar fungsi apabila ukuran file = 0
lTemp=lcrc Xor &HFFFFFFFF
For lCurPos=0 To lLen
lTemp = (((lTemp And &HFFFFFF00) &H100) And &HFFFFFF) Xor (crcTable((lTemp And 255) Xor bArrayIn(lCurPos)))
Next lCurPos
CRC32 = lTemp Xor &HFFFFFFFF
End Function
Private Function BuildTable() As Boolean
Dim i As Long, x As Long, crc As Long
Const Limit = &HEDB88320
For i = 0 To 255
crc = i
For x = 0 To 7
If crc And 1 Then
crc = (((crc And &HFFFFFFFE) 2) And &H7FFFFFFF) Xor Limit
Else
crc = ((crc And &HFFFFFFFE) 2) And &H7FFFFFFF
End If
Next x
crcTable(i) = crc
Next i
End Function
Private Sub Class_Initialize()
BuildTable
End Sub
================= END HERE ====================

Lalu ketikkan kode berikut dalam event Command1_Click :

================= START HERE ====================
Dim namaFileBuka As String, HasilCrc As String
Dim CCrc As New clsCrc ‘bikin objek baru dari class ClsCrc
Dim calCrc As Long
Dim tmp() As Byte ‘array buat file yang dibaca
Private Sub Command1_Click()
CommonDialog1.CancelError = True ‘error bila user mengklik cancel pada CommonDialog
CommonDialog1.DialogTitle = “Baca File” ‘Caption commondialog
On Error GoTo erorhandle ‘label error handle
CommonDialog1.ShowOpen
namafilbuka = CommonDialog1.FileName
Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 ‘buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary
ReDim tmp(LOF(1) – 1) As Byte ‘deklarasi ulang untuk array, # Bugs Fixed #
Get #1, , tmp()
Close #1
calCrc = UBound(tmp) ‘mengambil ukuran file dari array
calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) ‘hitung CRC
HasilCrc = Hex(calCrc) ‘diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric
Text1.Text = HasilCrc ‘tampilkan hasilnya
Exit Sub
erorhandle:
If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description ‘error number 32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file

================= END HERE ====================

COba anda jalankan program diatas dengan memencet tombol F5, lalu klik Command1 untuk memilih dan membuka file. Maka program akan menampilkan CRC32nya.
Second#
Kode diatas dapat kita buat menjadi sebuah rutin pengecekan file suspect virus dengan antara membandingkan hasil CRC32nya dan database CRC kita sendiri. Algoritmanya adalah :
- Memilih file yang akan dicek
- Membuka file tersebut dalam mode binary
- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum
- Buka file database
- Ambil isi file baris demi baris
- Samakan Checksum hasil perhitungan dengan checksum dari file
Format file database dapat kita tentukan sendiri, misal :
- FluBurung.A=ABCDEFGH
- Diary.A=12345678
Dimana FluBurung.A adalah nama virus dan ABCDEFGH dalah Crc32nya. Jika kita mempunyai format file seperti diatas, maka kita perlu membaca file secara sekuensial per baris serta memisahkan antara nama virus dan Crc32nya. Dalam hal ini yang menjadi pemisah adalah karakter ‘=’.
Buat 1 module baru (– diberi nama module1) lalu isi dengan kode :

================= START HERE ====================
Public namaVirus As String, CrcVirus As String ‘deklarasi variabel global untuk nama dan CRC virus Public pathExe as String ‘deklarasi variabel penyimpan lokasi file EXE AV kita
Public Function cariDatabase(Crc As String, namaFileDB As String) As Boolean
Dim lineStr As String, tmp() As String ‘variabel penampung untuk isi file
Open namaFileDB For Input As #1 ‘buka file dengan mode input
Do
Line Input #1, lineStr
tmp = Split(lineStr, “=”) ‘pisahkan isi file bedasarkan pemisah karakter ‘=’
namaVirus = tmp(0) ‘masukkan namavirus ke variabel dari array
CrcVirus = tmp(1) ‘masukkan Crcvirus ke variabel dari array
If CrcVirus = Crc Then ‘bila CRC perhitungan cocok/match dengan database
cariDatabase = True ‘kembalikan nilai TRUE
Exit Do ‘keluar dari perulangan
End If
Loop Until EOF(1)
Close #1
End Function

================= END HERE ====================

Lalu tambahkan 1 objek baru kedalam Form, yaitu Command button2. lalu ketikkan listing kode berikut kedalam event Command2_Click :

================= START HERE ====================
If Len(App.Path) <= 3 Then ‘bila direktori kita adalah root direktori
pathEXE = App.Path
Else
pathEXE = App.Path & “”
End If
CommonDialog1.CancelError = True ‘error bila user mengklik cancel pada CommonDialog
CommonDialog1.DialogTitle = “Baca File” ‘Caption commondialog
On Error GoTo erorhandle ‘label error handle
CommonDialog1.ShowOpen
namafilbuka = CommonDialog1.FileName
Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 ‘buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary
ReDim tmp(LOF(1) – 1) As Byte ‘deklarasi ulang untuk array # Bugs Fixed #
Get #1, , tmp()
Close #1
calCrc = UBound(tmp) ‘mengambil ukuran file dari array
calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) ‘hitung CRC
HasilCrc = Hex(calCrc) ‘diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric
If cariDatabase(HasilCrc, pathEXE & “DB.txt”) Then ‘bila fungsi bernilai TRUE
MsgBox “Virus ditemukan : ” & namaVirus ‘tampilkan message Box
End If
Exit Sub
erorhandle:
If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description ‘error number 32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file

================= END HERE ====================

Fitur AV sederhana ini dapat ditambahkan dengan fitur process scanner, akses registry, real-time protection (RTP) dan lain lain. Untuk process scanner pada dasarnya adalah teknik enumerasi seluruh proses yang sedang berjalan pada Sistem Operasi, lalu mencari letak atau lokasi file dan melakukan proses scanning. Fitur akses registry memungkinkan kita untuk mengedit secara langsung registry windows apabila akses terhadap registry (–Regedit) diblok oleh virus. Sedangkan fitur RTP memungkinkan AV kita berjalan secara simultan dengan windows explorer untuk mengscan direktori atau file yang sedang kita browse atau lihat. Untuk ketiga fitur lanjutan ini akan dibahas pada artikel selanjutnya.
Kesimpulan#
Tidak harus membeli software AV yang mahal untuk menjaga komputer kita dari ancaman virus, kita bisa membuatnya sendiri dengan fitur-fitur yang tak kalah bagusnya. Memang terdapat ketidaksempurnaan dalam AV buatan sendiri ini, tetapi setidaknya dapat dijadikan pencegah dari infeksi virus komputer yang semakin merajalela. Software AV sederhana ini dilengkapi oleh engine scanner statis dan database definisi. Tidak tertutup kemungkinan software AV ini ditingkatkan lebih advanced dalam hal engine scannernya.
Penutup#
Pengembangan software AV sederhana ini sepenuhnya Open-Source selama mengikutsertakan nama pembuat asli didalamnya. Listing serta projek lengkap dapat didownload di http://www.geocities.com/emomelodicfreak/ProjekAV.zip

Fahrizal Irawan
XI TKJ5

Sabtu, 07 Mei 2011

Tune Up 2011 Free... full keygen

download tuneup utilities 2011

Copy-paste Link Di bawah ini

http://software-files-l.cnet.com/s/software/11/88/22/72/TuneUpUtilities2011_en-US.exe?e=1304833560&h=9163a37a9d43b1265939f0e5bd63e14a&lop=link&ptype=1901&ontid=18512&siteId=4&edId=3&spi=54f3d6c0ab05e19a6aae83d26dcb3a6b&pid=11882272&psid=10206416&fileName=TuneUpUtilities2011_en-US.exe

mirror http://www.mediafire.com/?cw9854l5qxfftfb

serial key

Name : Tkjnasional.co.nr
Org : cobacari.com
key : J250bq-jv7ckd-57meq9-tnqy37-t227vk-nnkj0f

Fahrizal Irawan Remedial EPN Semester 4 (artikel tentang WAN)

Pengertian WAN

WAN adalah sekumpulan jaringan yang memiliki perbedaan yang terhubung pada suatu jaringan dalam skala luas. Contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.
WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.Jaringan WAN (Wide Area Network) adalah kumpulan dari LAN dan/atau Workgroup yang dihubungkan dengan menggunakan alat komunikasi modem dan jaringan Internet, dari/ke kantor pusat dan kantor cabang, maupun antar kantor cabang. Dengan sistem jaringan ini, pertukaran data antar kantor dapat dilakukan dengan cepat serta dengan biaya yang relatif murah. Sistem jaringan ini dapat menggunakan jaringan Internet yang sudah ada, untuk menghubungkan antara kantor pusat dan kantor cabang atau dengan PC Stand Alone/Notebook yang berada di lain kota ataupun negara.Wireless WAN menghubungan dua lokasi dengan kecepatan 1,6-10 Mbps, mendayagunakan RF spektrum lebar, bilamana jaringan publik tidak tersedia atau terlalu mahal. Sistem wireless WAN merupakan sistem point-to-point menghubungkan jaringan melintasi kota-kota menggantikan infrastruktur publik atau memberikan suatu alternatif terhadap sambungan privat.Perkembangan jaringan dan Internet yang spektakuler memberikan dampak yang sangat besar terhadap perusahaan dalam berbagai jenis dan ukuran. Teknologi wireless yang baru semakin memudahkan perkembangan kemampuan jaringan, Internet, dan intranet bagi para pekerja mobile, lokasi-lokasi terpencil dan berbagai fasilitas temporer.

Wireless Networking semakin memperluas jangkauan dan kemampuan jaringan komputer. Teknologi-teknologi baru menjadikan wireless networking sebagai suatu cara yang memungkinkan pelayanan akses berkecepatan tinggi dan handal bagi jaringanjaringan komputer dan Internet.

Terdapat dua metode dasar wireless networking yaitu cahaya (laser dan infra merah) dan radio. Keduanya memiliki spesifikasi dan kegunaan yang berbeda.

Aplikasi-aplikasi

1. Wireless LAN memberikan akses jaringan terbuka yang wireless dalam kantor, dalam lingkungan pelayanan kesehatan, gudang dan ritel, memungkinkan klien yang mobil mengakses server jaringan.

2. Wireless WAN menghubungan dua lokasi dengan kecepatan 1,6-10 Mbps, mendayagunakan RF spektrum lebar, bilamana jaringan publik tidak tersedia atau terlalu mahal. Sistem wireless WAN merupakan sistem point-to-point menghubungkan jaringan melintasi kota-kota menggantikan infrastruktur publik atau memberikan suatu alternatif terhadap sambungan privat.

3. Wireless MAN memberikan pilihan jaringan point-to-multipoint. Contoh solusi ini mencakup menghubungkan banyak end-user di kampus atau suatu fasilitas melintasi kota-kota melalui wireless Ethernet. Kecepatan aliran berkisar antara 56K hingga 10 Mbps. Wireless MAN ini mendukung arsitektur jaringan hub dan spoke.



WAN memiliki beberapa karakteristik, yaitu :

1. Menghubungkan antar jaringan => berfungsi menghubugkan antar jaringan di tempat yang berbeda dengan masing-masing tempat menggunakan net id yang berbeda.

2. Berbasis luas => jaringan yang terhubung mencakup wilayah yang luas.

3. Mentransmisikan data dari satu host ke host lain pada jaringan yang berbeda => berfungsi mengirim dan menerima data dari host pada jaringan satu ke host pada jaringan lain.

4. Penekanan pada aspek keamanan => pada sebuah jaringan WAN sangat diperlukan sistem keamanan jaringan yang baik.



Standarisasi WAN

ARP (Address Resolution Protokol)

· Protokol yang berfungsi untuk keperluan mapping IP Address ke alamat internet. Prosesnya hanya berlangsung pada paket data yang dikirim oleh host.

· Penerjemehan IP Address ke alamat ethernet dilakukan dengan melihat tabel yang disebut cache ARP.

Enkapsulasi

· Proses pemaketan paket data untuk dikirimkan ke alamat tujuan. Bertujuan agar paket data diterima sesuai dengan maksud dari pengirim.

· Jenis enkapsulasi : - HDLC (High-Level Data Link Control)

- PPP (Point to Point Protocol)



HDLC

· Transmisi Serial Synchronous :

- Data control

- Flow control

· Default untuk interface serial (Frame) :

Ø I -Frames => kemungkinan pengiriman ulang.

Ø S-Frames => mekanisme request and respond.

Ø U-Frames => fungsi tambahan.

PPP

· Sub Protocol : -Link Control Protocol (LCP), membangun jalur.

-Network Control Protocol (NCP), mengkonfigurasi berbagai protokol network layer.

· Sesi PPP : -Pembangunan jalur komunikasi

-Authentication

-Pengiriman data pada network layer

Perangkat WAN

1.Router
adalah perangkat jaringan yangh aktif dan intelegent dan dapat bepartisipasi dalam manageman jaringan.

tujuan router

tujuan router adalah konektivitas, perfomansi yang reliabel, kontrol manajeman dan fleksibitas.

2.CSU/DSU

jalur komunikasi membutuhkan sinyal dengan format yuang sesua.untuk jalur digital. sebuah Chanel Service Unit(CSU) dan Data Service Unit(SDU)dibutuhkan. keduanya sering digabungkan menjadi sebuah pernagkat yang disebut CSU/DSU

3.Modem

adalah sebuah perangkat dibutuhkan untuk mempersiapkan data transmisi melalui lokal loop. modem lebih dibutuhkan untuk jalur komunikasi analog dibandingakn digital.nodem mengirim data melalui jalur telpon dengan memodulasi dan demodulasi sinyal.sinyal digital ditumpangkan ke sinyal suara analog yang dimodulasi untuk tranmisikan. pada sisi penerima sinyal analog dikembalikan menjadi sinyal digital atau demodulasi.

4.Communication server

communication server mengkonsentrasikan komunikasi pengguna dial-in dan remote akses ke LAN. communication server memiliki interface analog dan digital serta mampu melayani beberapa user sekaligus.

Kamis, 05 Mei 2011

Nilai II tkj 5





Perhatian bagi Nilai Yang belum memenuhi persyaratan segera melakukan perbaikan
KKm 7,5

Selasa, 03 Mei 2011

WIDE AREA NETWORK

Konsep WAN
- Terdapatbanyakjarinagn di dunia
- Kebutuhankomunikasiantar host danjaringan
- Perbedaanarsitektursetiapjaringan
- Perkembanganteknologikomunikasi
- Penggabunganjaringanhinggaterkoneksi
Kesimpulan : WAN adalahsekumpulanjaringan yang berbeda yang salingterhubungdenganskalaberbasisluas.

Skema WAN


Karakteristik WAN
- Menghubungkanantarjaringan
- Berbasisluas
- Mentransmisikan data darisatu host padajaringansatuke host lainnyaadajaringan yang berbeda
- Penekananpadaaspekkeamanan
Perangkat WAN
- Router
- CSU/DSU
- Modem
- Communication server
Router,adalahperangkat yang berfungsimenghubungkanjaringan yang berbedadanmencarikanruteterbaikdalampengirimanpaket data padajaringan.
Chanel service unit/Data service unit,adalahperangkat yang berfungsimelakukansingkronisasijalur-jalursinyalpengiriman data antarjaringan.
Modem,adalahperangkat yang berfungsimerubahsinyal digital menjadisinyal analog dansebaliknya.
Communication server,adalahperangkat yang berfungsimengkonsentrasikankomunikasipadajaringan yang di bawahinya.

Standar WAN
Menggunakan protocol OSI
Layer 1
Jelaskanbagaimanamenyediakan data secaraelektris, mekanis, operasidanfungsikoneksi.
Layer 2
Menjelaskanbagaimana data dienkapsulasidanmekanismepengiriman frame data.
Austomous system jaringan yang terhubungdenganjaringanlainnya.


Routing

Router adalahperangkatjaringan yang aktifdanintelegendandapatberpartisipasidenganmanajemenjaringan.
Konfigurasi router berbasisdebianlenny( tanpasubnetting ) misalkankitamenentukan IP untuk interface sbb :
Interface eth0
IP : 192.168.10.252
Subnetmask : 255.255.255.0
Interface eth1
IP : 172.31.15.252
Subnetmask : 255.255.0.0
Langkah-langkahuntukmengkonfigurasi router berbasisdebianlennyadalahsebagaiberikut :
1. Backup File
Command : #cp /etc/network/interaces /etc/network.interfaces.old
Command : #cp /etc/sysctl.conf /etc/sysctl.conf.old
2. Set IP masing-masing interface
Command : #nano /etc/network/interfaces
Edite file sebagaiberikut :
Auto eth0
Iface eth0 inet static
Address 192.168.10.252
Netmask 255.255.255.0

Auto eth1
Iface eth1 inet static
Address 172.31.16.252
Netmask 255.255.0.0

Save ( Ctrl x y enter )
3. Konfigurasi IP Forward
Command : #nano /etc/sysctl.conf
Laluhilangkantandapagar (#) yang ada di depankomentarberikut :
#net.IPV4.IP_Forward=1 menjadi net.IPV4.IP_Forward=1
Save ( Ctrl x y enter )
4. Konfigurasi Routing IP Tables
Command : #iptables –t net –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE
Perintahdiatasberfungsi agar settingan IPTABLES tidakberubahsaat PC restart.
5. Restart Komputer
6. Melihat table routing
Command : # route –n

• UNTUK CLIENT LINUX (PC LINUX)

Misalkankitamenentukan IP untuk interface sbb :
Interface eth0 :
IP : 192.168.10.1
Subnetmask : 255.255.255.0

Langkah-langkahadalahsebagaiberikut :
1. Backup File
Command : #cp /etc/network/interfaces /etc/network/interface.old
Command : #cp /etc/sysctl.conf /etc/sysctl.conf.old
2. Set IP masing-masing interface
Command : #nano /etc/network/interfaces
Edit file sebagaiberikut :
Auto eth0
Iface eth0 inet static
Address 192.168.10.1
Netmask 255.255.255.0
Gateway 192.168.10.252
Save ( Ctrl x y enter )
3. Konfigurasi IP forward
Command : #nano /etc/sysctl.conf
Laluhilangkantandapagar (#) yang ada di depankomentarberikut :
#net.IPv 4.IP_forward=1 menjadi net.IPv 4.IP_forward=1
Save ( Ctrl x y enter )
4. Melihat table routing
Command : #route –n

•UNTUK CLIENT WINDOWS

1. Set IP address
Start > control panel > network connection >lan> IPV4 (propertis)
2. Setting gateway
172.31.16.252
3. Non aktifkan firewall
4. Melihat table routing
Command : #route print

• Test koneksi

Command : #ping (IP Address)
Command : #ping (172.31.16.1) dari PC LINUX
Command : #ping (192.168.10.1) dari PC WINDOWS
-==================================================================

Nama : Caine Renaldy Lucas
Kelas : XI TKJ 5

Senin, 02 Mei 2011

Nilai Epn II TKJ 2 Epn NILAI SEMESTER GENAP ( IV )



Perhatiaan..

Bagi Yang nilainya belum memenuhi persyaratan
Harap Menemui Guru sesuai dengan mata pelajaran..

Tks.
Pak fachri.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More